Breaking News

Recent Posts Load More

Selasa, 13 Januari 2015

Program Rumah Sakit Tanpa Kasir

Milad ke 3 Tahun, Komunitas @SedekahHarian akan Launching #RumahSakitTanpaKasir

Alhamdulillah bertepatan di usia 3 tahun komunitas @sedekahharian telah melakukan kerjasama strategis dengan RSIA Ibnu Sina Grogol dalam program #RumahSakitTanpaKasir yg kami dedikasikan khusus bagi dhuafa yg membutuhkan layanan kesehatan berbasis rumah sakit

Adapun layanan yg #RumahSakitTanpaKasir sebagai berikut :
1. Persalinan normal dan cesar
2. NICU care (icu untuk anak)
3. Rawat Inap
4. Operasi Katarak

Dalam rangka milad komunitas @sedekahharian kami kami mengadakan aksi #sedekahsehat 10.000 Operasi Katarak Gratis sepanjang tahun 2015, untuk itu kami pengurus komunitas @sedekahharian mengajak serta followers, donatur dan Relawan untuk mereferensikan dhuafa disekitar rumah dan kantor yg membutuhkan layanan operasi katarak gratis

Program ini akan di Launching bulan ini, mohon DOA dari Sahabat sekalian.

Info lebih lanjut dapat menghubungi :
Yayan 0812-8687-4033

Read More

Senin, 12 Januari 2015

Kursus Komputer Gratis

��Balai Latihan Keterampilan (BLK) yg bekerjasama dengan ZIS Indosat membuka pendaftaran kembali Kursus Komputer gratis + Sertifikat...
��Kelas MS.Office
(Word,Excel,PPT,Access & Publisher)
��Kelas Desain Grafis
(Corel Draw dan Photoshop)

�� Angkatan 19
(Februari~April 2015)

��Waktu
��MS.Office
��Senin dan Rabu
��Selasa dan Kamis
~Sesi 1 (08.00~09.30)
~Sesi 2 (09.30~11.00)
~Sesi 3 (15.00~16.30)
~Sesi 4 (16.30 ~17.00)

��Desain Grafis
��Ahad.
~ Sesi 1 (08.00~10.00)
~ Sesi 2 (10.00~12.00)

��Syarat :
~ Islam
~ Min. SMP max 25 Tahun
~ Sungguh2
~ bersedia mengikuti Mentoring atau kajian keislaman
~ Mengikuti peraturan yg berlaku..

Alamat :
Jl. Kesatriaan Raya (Berland) RT.03/RW.03 No. 24
Matraman, jakarta Timur

��Pendaftaran Via Sms/Wa*

Nama#Umur#No.HP#Alamat#Kelas yg dipilih#Hari#Sesi#aktifitas skrng#

Contoh :
Doni#18#08999611107#Matraman#Kelas Office#Senin dan Rabu#Sesi 3#SMA 22#

��Contact Person (CP)

��Ka Hakim
+6283872417597
(Office pagi)
��Ka Deden
08999611107
(Office sore)
��Ka Nova
+628888515002
(Desain)

��Catatan :
��Khusus kelas Desain melakukan pendaftaran langsung dtempat.��
�� Daftar Ulang 26~31 Januari 2015.
�� Brifing dan Penempatan kelas 01 Februari 2015 (wajib datang)
��Bagi peserta BLK angkatan 18 wajib membawa minimal 1 orang utk angkatan 19
��Kabari adik, kakak dan teman2 yg membutuhkan ya... :)

:)Terimakasih :)

Read More

#KETIKA SAHABAT MENDAPATKAN JANJI SURGA

Hafidz Abdurrahman

Suatu ketika Nabi saw bersabda, "Abu Bakar di surga. 'Umar di surga. 'Utsman di surga. 'Ali di surga. Thalhah di surga. Zubair di surga. 'Abdurrahman bin 'Auf di surga. Sa'ad bin Abi Waqqas di surga. Sa'id bin Zaid di surga. Abu 'Ubaidah al-Jarrah di surga." (Hr. at-Tirmidzi dari Abdurrahman bin 'Auf). Mereka inilah yang disebut al-Asyrah al-Mubasysyirina bi al-jannah (sepuluh sahabat yang mendapatkan kabar gembira masuk surga).

Ketika mereka mendapatkan kabar gembira masuk surga, apakah mereka mengendurkan amal shalih mereka? Atau justru mereka mengencangkan amal shalihnya, demi meraih apa yang telah dijanjikan? Ternyata, pilihan mereka adalah yang kedua. Mereka mengencangkan amal shalih, demi meraih apa yang telah dijanjikan kepada mereka. Lihatlah, bagaimana keimanan Abu Bakar as-Shiddiq kepada Nabi dan risalah yang diembannya, sebagaimana yang dia tunjukkan saat peristiwa Isra' dan Mi'raj, sehingga dia diberi gelar as-Shiddiq. Lihatlah, ketika dia menyatakan syahadat di hadapan Nabi, sebagai pria yang pertama kali masuk Islam, sehingga mendapatkan as-Sabiquna al-Awwalun (generasi awal yang masuk Islam). Lihatlah, bagaimana pengorbanannya, setelah masuk Islam, tidak saja harta, waktu, bahkan jiwa dan raganya pun diberikan untuk Islam, Allah dan Rasul-Nya.

Dengan hartanya, dia bantu Bilal, memerdekakan dirinya dari budak. Bilal pun memeluk Islam, dan menjadi orang merdeka. Hartanya pun dia korbankan hingga tidak tak tersisa, sampai suatu saat malaikat Jibril bertanya kepada Nabi, "Mengapa Abu Bakar memakai pakaian seperti itu?" Selembar kain, yang dipotong secukupnya untuk masuk lubang kepalanya, lalu dilipat menjadi dua untuk menutupi badannya. Nabi pun menjawab pertanyaan Jibril, "Dia telah membelanjakan semua hartanya hingga sebelum Penaklukan Kota Makkah." Jibril berkata, "Tanyakan kepadanya, apakah dia ridha dengan apa yang dia dapatkan?" pertanyaan itu diterukan Nabi kepada Abu Bakar, sambil menangis, dia menjawab, "Bagaimana mungkin hamba tidak ridha, ya Rasulullah, terhadap apa yang Allah ridha." Ketika jawaban itu sampai kepada Jibril, Jibril berkata kepada Nabi, "Sampaikanlah kepadanya salamku dan salam Allah, dan Allah membangunkan rumah untuknya di surga."

Ketika malam hijrah, Nabi saw. mengetuk pintu rumah Abu Bakar. Ketika tahu, yang datang adalah Nabi, Abu Bakar pun langsung bertanya, "Apakah ada titah untuk menemani-Mu, ya Rasulullah?" Nabi saw. menjawab, "Iya." Maka, tangis Abu Bakar pun meledak, karena begitu gembira ditetapkan oleh Allah untuk menemani Nabi-Nya hijrah ke Madinah. Sampai kata 'Aisyah, "Belum pernah, aku melihat Abu Bakar menangis seperti itu, saking senangnya." Abu Bakar pun telah menyiapkan seluruh kebutuhan Nabi, mulai logistik, kendaraan hingga berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung misinya. Saat tiba di mulut Gua Tsur, Abu Bakar berkata kepada Nabi, "Ya Rasul, tunggu saja di sini, biarlah saya yang masuk terlebih dahulu, memastikan di dalamnya." Semua lubang di gua itu pun disisir dengan tangannya. Tiap lubang disumbat dengan merobek pakaiannya, hingga tak tersisa. Semua lubang sudah tersumbat, demikian juga pakaian Abu Bakar, habis tak tersisa. Tinggal satu, itu pun dia duduki, agar tak satu pun lubang ada yang tersisa. Abu Bakar pun mempersilahkan Nabi memasuki gua, saat dipastikan, bahwa di dalamnya aman dari hewan melata, atau serangga berbisa. Saat mengetahui baju Abu Bakar tak tersisa, Nabi bertanya, "Kemana bajumu? Engkau masuk mengenakan baju, kini baju itu tidak ada." Begitulah pengorbanan Abu Bakar. Bersama Nabi dan para sahabat lainnya, Abu Bakar, selama 10 tahun di Madinah tak kurang berperang puluhan kali.

Belum lagi, kezuhudan dan pilihan hidupnya yang sederhana, sampai saat wafat tak seper pun uang dia wariskan kepada keluarganya. Apa saja yang selama ini digunakannya, ketika menjadi Khalifah, diminta untuk dikembalikan kepada Baitul Mal kaum Muslim.

Belum lagi, ibadah, mujahadah dan munajat kepada Rabb-nya. Semuanya itu untuk memastikan, bahwa surga yang dijanjikan kepadanya itu benar-benar dalam genggamannya.

Abu Bakar, dan para sahabat yang mendapatkan janji surga, itu justru terus melakukan amal shalih untuk memastikan, bahwa surga yang memang dijanjikan untuk mereka benar-benar dalam genggamannya. Selama mereka belum menginjakkan kakinya di surga, mereka tidak akan berhenti melakukan amal shalih. Maka, mereka pun mendapat gelar "Ruhban al-lail wa Farsanan an-nahar" (Para rahib di malam hari, dan kesatria di siang hari). Janji surga tidak membuat mereka terlena, apalagi mengurangi dan mengendurkan amal shalih mereka. Sekali kali tidak. Karena surga yang dijanjikan itu belum benar-benar mereka jejaki dengan kaki mereka.

Maka, "Teruslah berbuat (melakukan amal shalih), Allah pasti melihat amal perbuatan kalian." (Q.s. at-Taubah [09]: 105), hingga kita menjejakkan kaki kita di surga. Saat itu, kita baru bisa memastikan, bahwa kitalah penghuni surga. Begitulah, para sahabat. Begitulah, Nabi mendidik mereka. Maka, mereka pun bersungguh-sungguh dalam melakukan amal shalih, hingga surga yang dijanjikan itu pun dalam genggaman.

Begitulah kita seharusnya.

Read More

"Apa Kiranya Perasaan?" by @salimafillah

1) Apa kiranya perasaan Ash Shiddiq saat Nabiﷺ bersabda, "Andai kuambil kekasih di antara insan; pasti kujadikan Abu Bakr sebagai Khalilku"?

2) Apa kiranya perasaan 'Umar, saat dia berpamit 'umrah & Nabiﷺ bersabda padanya, "Jangan lupakan kami dalam doamu duhai saudara tersayang"?

3) Apa kiranya perasaan 'Utsman saat membekali pasukan Tabuk & Nabiﷺ bersabda, "Tiada bahayakan 'Utsman apapun yang ia lakukan setelah ini"?

4) Apa kiranya perasaan 'Ali kala Nabiﷺ bersabda, "Hanyasanya kedudukanmu di sisiku laksana Harun di sisi Musa, tapi tiada Nabi sesudahku"?

5) Apa kiranya perasaan Thalhah saat Nabiﷺ bersabda, "Siapa yang ingin melihat syahid yang masih berjalan di atas bumi, lihatlah Thalhah"?

6) Apa kiranya perasaan Az Zubair saat RasuluLlahﷺ bersabda, "Setiap Nabi memiliki Hawari, dan Hawariku adalah Zubair ibn Al 'Awwam"?

7) Apa kiranya perasaan Abu 'Ubaidah saat Nabiﷺ bersabda, "Setiap ummat memiliki Amin, dan orang kepercayaan ummat ini adalah Abu 'Ubaidah"?

8) Apa kiranya perasaan 'Abdurrahman ibn 'Auf saat dirinyalah dimaksud oleh sabda Nabiﷺ kepada Khalid ibn Al Walid, "Jangan cela sahabatku..

9) ..Demi Allah andai kalian berinfak emas seberat gunung Uhud; hal itu takkan menyamai shadaqah segenggam atau setengah genggam tepungnya."

10) Apa kiranya perasaan Sa'd ibn Abi Waqqash saat Nabiﷺ bersabda, "Panahlah duhai Sa'd, panahlah! Ayah & Bundaku sebagai tebusan bagimu"?

11) Apa kiranya perasaan Mu'adz ibn Jabal, di saat RasuluLlahﷺ bersabda padanya, "Wahai Mu'adz, demi Allah, aku benar-benar mencintaimu"?

12) Apa kiranya perasaan Ibn 'Abbas, saat Nabiﷺ merengkuh & mencium kepalanya lalu berdoa, "Ya Allah faqihkan dia & ajarkan tafsir padanya"?

13) Apa kiranya perasaan Ubay ibn Ka'b, saat Nabiﷺ berkata padanya, "Allah memerintahkanku tuk membacakan Surat Al Bayyinah ini kepadamu"..

14) ..hingga dengan wajah berseri-seri dia bertanya, "Ya RasulaLlah; benarkah Allah menyebut namaku kepadamu?" & Nabiﷺ menjawab, "Benar!"?

15) Apa kiranya perasaan Abu Musa Al Asy'ari, di saat Nabiﷺ bersabda, "Esok datanglah menjumpaiku, aku ingin mendengarkan bacaan Quran-mu"?

16) Apa kiranya perasaan 'Aisyah, saat Nabiﷺ menyebut namanya tanpa ragu di urutan pertama, kala ditanya 'Amr siapakan yang paling dicintai?

17) Apa kiranya perasaan Ibn Mas'ud, kala betis kecilnya ditertawakan; maka Nabiﷺ bersabda, "Betis itu di sisi Allah lebih berat dari Uhud"?

18) Apa kiranya perasaan 'Ukasyah, saat disebut 70.000 orang masuk ke surga tanpa hisab & Nabiﷺ berkata, "Engkau termasuk di antara mereka"?

19) Apa kiranya perasaan Bilal ibn Rabah, saat Nabiﷺ bersabda, "Ceritakan padaku hai Bilal, 'amal apakah yang paling kau jaga dalam Islam..

20) ..sebab sungguh aku mendengar bunyi terompahmu di surga?", lalu dia menjawab tersipu, "Menjaga wudhu' & dua raka'at syukur atas wudhu'"?

21) Apa kiranya perasaan orang-orang Anshar, di kala Nabiﷺ bersabda, "Jika manusia memilih jalan melalui sebuah lembah, sedang kaum Anshar..

22) ..mengambil suatu celah, niscaya aku turut serta di celah yang dilalui para Anshar. Ya Allah rahmatilah Anshar & anak-cucu kaum Anshar"?

23) Apa kiranya perasaan para sahabat semuanya, yang mereka berjumpa Nabiﷺ pada petang & pagi, berjalan mengiringi, beroleh senyum & doanya?

24) Yang lebih penting & jelita dari itu semua; bagaimana dengan kita? Apa kiranya perasaan kita saat kelak bertemu Nabiﷺ & para sahabatnya?

25) Adakah Nabiﷺ kan bersabda, "Kaliankah orangnya, yang telah membuatku menangis karena rindu, yang telah membuat para sahabatku cemburu"?

26) "Kaliankah orangnya; yang beriman kepada apa yang kubawa meski kita tak berjumpa; yang mengucap shalawat atas namaku meski tak bertemu?"

27) Ini kami Ya RasulaLlah; yang rindu tapi malu, membaca shalawat dengan lidah kelu; adakah kami layak jadi ummatmu, & beroleh syafaa'atmu?

28) Ya Allah, limpahkan shalawat pada Muhammadﷺ, sampaikan salam kami padanya. Pula ridhaMu atas semua sahabat; jadikan kami bersama mereka.

*dari twit @salimafillah (7/1/2015)

Read More

Jumat, 02 Januari 2015

BAYANGKAN SEKECIL APAKAH DIRI KITA INI

Kemana tempat terjauh yang pernah Anda kunjungi? Ketika Anda mengunjungi tempat tersebut, terasa sangat jauh mungkin. Ketika kita membayangkan jarang antara Indonesia dengan Amerika, yang ada dalam benak kita tentunya jarak yang begitu jauh membentang. Tapi coba kita lihat besar Bumi kita dengan ciptaan Allah SWT lainnya. Ternyata tidak ada apa-apanya. Bahkan bintang yang terbesar pun hanya satu titik dibanding Galaksi, Cluster, Super Cluster, Jagad Raya.
Tapi di atas semua itu kita harus yakin bahwa Allah pencipta Semesta Alam jauh lebih besar dari semua itu. Allah Maha Besar!
Ukuran Bumi dibanding Matahari. Diameter (lebar) matahari 1.391.980 km. Jika bumi “dimasukkan” ke matahari, ada 1,3 juta bumi yang bisa masuk. Ukuran Matahari dibanding Bintang Antares. Saat ini bumi sudah tidak bisa dilihat lagi. Diameter Antares 804.672.000 km.
Kalau Anda menganggap Antares sudah sangat besar, ternyata bintang itu masih belum apa-apa dibanding dengan galaksi seperti Galaksi Bimasakti yang terdiri dari ratusan milyar bintang dengan lebar hingga 100 ribu tahun cahaya (1 detik cahaya=300.000 km). Galaksi itu pun tidak seberapa jika dibanding dengan Cluster (Kumpulan) Galaksi yang terdiri dari ribuan Galaksi.
Tapi di atas Cluster masih ada Super Cluster yang terdiri dari ribuan Cluster. Ribuan Super Cluster akhirnya membentuk jagad raya. Saat ini diperkirakan Jagad Raya (Universe) lebarnya 30 milyar tahun cahaya. Tapi ini cuma angka sementara mengingat teleskop tercanggih saat ini “cuma” bisa mencapai jarak 15 milyar tahun cahaya.
Ini baru langit ke 1. Belum langit ke 2, langit ke 3, hingga langit ke 7 di mana saat Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad sampai hingga ke sana.
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Al Baqarah 255]
Jika dunia ini begitu luas, maka Allah SWT menegaskan bahwa akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. Jauh lebih luas lagi dari dunia. Subhanallah, Maha Besar Allah dengan segala ciptaan-Nya. Semoga ini menjadi renungan bagi kita selaku umat-Nya, bahwa kita itu tidak ada apa-apanya, bahkan bumi dan seisinya pun masih jauh lebih kecil dengan kekuasaan Allah, Allah-lah yang Maha Segalanya. Subhanallah.

sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=10153068136346840&id=109056501839&substory_index=0
Read More
Subscribe
Tweets
Popular Posts

Subscribe Via Email

Kontak Kami

Jl. Raya Ciracas No. 2 Kel. Ciracas, Kec. Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia

Twitter : @rohis58
Fanspage : RohisSMAN58Jkt
PIN BBM : 74C30EBC
Path : rohis58
Instagram : rohis58
Ask.FM : rohis58

Total Tayangan Laman

© ROHIS SMAN 58 All rights reserved | Designed By Seo Blogger Templates