Breaking News

Featured Post Load More

Recent Posts Load More

Senin, 28 Juli 2014

SOFTWARE MENJADI PENGHAFAL AL-QUR'AN BILA TERJEBAK MACET DIJALAN


Fenomena macet adalah hal yang tidak asing bagi mereka yang hidup dikota-kota besar. Pagi, siang, sore, malam macet. Kadang bahkan sampai berjam-jam. Banyak yang menggerutu, ngedumel, bahkan tak jarang kata-kata tidak pantas pun terlontar yang akhirnya berbuah dosa. Namun, apa solusi yang pas bagi kita selaku umat muslim ?

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min saja, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran -yakni yang merupakan bencana- iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” (HR Muslim)

Nah dari hadist diatas bagi seorang muslim kemacetan bisa menjadi lahan amal. Salah satunya menghafal Al-Quran dengan cara mendengarkan Murottal Al-Quran. Hal ini tentu saja dapat mengubah waktu yang seakan terhenti karena kemacetan menjadi produktif dan tentunya dapat menyejukkan hati kita sehingga kejenuhan, kelelahan dan kejengkelan ditengah kemacetan bisa terobati, sekaligus mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Saat ini sudah ada Murottal Al Qur’an edisi Perhalaman dan software Al Qur’an edisi hafalan yang bisa didownload gratis dihttp://download.pusatalquran.com/.

Sehingga nanti ketika menghadapi kemacetan bisa diaktifkan di laptop, smartphone atau tape mobil. Asyikkan!.

Mari sebarkan informasi ini, InsyaAllah nanti akan banyak orang berkata ketika macet “Alhamdulillah macet, saatnya menghafal Al Qur’an”. Atau “Alhamdulillah macet, jadi bisa murojaah”.

Begitu banyak kemudahan yang Allah berikan kepada kita sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahun dan teknologi, semoga kita tergolong orang yang mampu mensyukurinya dengan cara memanfaatkannya untuk kebaikan.
Read More

KEUTAMAAN MEMBACA DUA AYAT AKHIR AL-BAQARAH

Dari Abu Mas’ud Al Badri ra. Bahwa Nabi saw. Bersabda, “Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al Baqarah pada suatu malam, niscaya dua ayat itu akan mencukupinya.” (HR. Bukhari-Muslim). Maksud dari sabda beliau, “Niscaya dua ayat itu akan mencukupinya” adalah mencukupinya dari shalat malam di malam tersebut. Pendapat ulama lain mengatakan: niscaya dua ayat itu menjadi penangkal dari syetan di malam itu. Ada juga pendapat ulama lain yang mengatakan: dijaga dari segala bencana. Pendapat ulama yang lainnya: dicukupkan dengan keutamaan dan pahala.
Read More

AKHIR KEHIDUPAN BAGI MANUSIA DAN DIMULAINYA HARI AKHIRAT

Rasulullah SAW Bersabda, "Dajjal datang kepada umatku dan hidup selama 40 tahun, lalu Allah mengutus Isa bin Maryam, kemudian ia mencari Dajjal dan membinasakannya. Kemudian selama 70 tahun manusia hidup aman dan damai, tak ada permusuhan antara siapapun. Sesudah itu Allah meniupkan angin yang dingin dari arah negeri Syam (kini Suriah). Maka setiap orang yang dalam hatinya masih ada Iman meskipun sebesar atom, pasti menemui ajalnya. Bahkan jika seandainya seseorang dari kamu masuk ke dalam gunung, pasti angin itu mengejarnya dan mematikannya. Maka sisanya tinggal orang-orang jahat seperti binatang buas (fii khiffatit thoiri wa ahlaamis sibaa'), mereka tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran. Dan syetan menjelma pada mereka manusia lalu berkata: Maukah kamu mengabulkan? Manusia berkata: Apa yang akan kamu perintahkan kepada kami? Syetan lalu memerintahkan kepada mereka ( Menukar Iman) agar menyembah berhala (Hingga Imannya batal), sedang mereka hidup dalam kesenangan. Kemudian ditiuplah sangkakala. Tapi seorangpun tak akan mendengarnya kecuali orang yang tajam pendengarannya. Dan orang yang pertama kali mendengarnya yaitu seorang laki-laki yang mengurusi untanya. Nabi bersabda: Maka matilah semua manusia. Kemudian turunlah hujan seperti hujan gerimis. Maka keluarlah dari situ jasad manusia (dari kubur-kuburnya). Kemudian ditiup lagi sangkakala, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu. Lalu dikatakan kepada mereka: Wahai manusia, marilah menghadap kepada Tuhanmu dan merekapun berada di Mahsyar karena mereka akan diminta tanggung jawabnya. Kemudian dikatakan kepada mereka, pergilah kamu karena neraka telah dinyalakan, lalu dikatakan lagi: Dari berapakah? Lalu dikatakan lagi: Dari setiap seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan orang. Begitulah keadaannya pada hari anak dijadikan beruban dan pada hari betis disingkap (hari Qiyamat yang menggambarkan orang sangat ketakutan yang hendak lari karena huru-hara Qiyamat)." (Hadits Riwayat Muslim).
Read More

ZAKAT FITRAH SEBAGAI PEMBERSIH AMAL PUASA

Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'Anhuma, ia berkata:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ ، وَالرَّفَثِ ، وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ ، فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ ، وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan buruk, dan sebagai makanan untuk orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat 'Ied, maka terhitung sebagai zakat yang diterima; dan barangsiapa menunaikannya sesudah shalat, maka terhitung sebagai sedekah sebagaimana sedekah lainnya." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dishahihkan Imam al-hakim. Namun yang lebih kuat statusnya adalah hasan)
Read More

KETUPAT LEBARAN DAN MERAJUT TALI PERSAUDARAAN


Tanpa ketupat, lebaran terasa kurang afdhol. Mungkin itu yang dirasakan oleh sebagian orang di kampung saya. Ketupat memang sudah menjadi salah satu ciri khas lebaran. Satu atau dua hari menjelang lebaran, para keluarga sudah banyak yang mulai mempersiapkan masakan yang satu ini. Mulai dari membeli atau menganyam kulit ketupat sendiri, memasukan beras ke dalamnya, tak ketinggalan sayur dan semur daging sebagai lauk yang menemani ketupat tat kala disantap. Hari puasa terakhir, kami berbuka dengan ketupat buatan ibu di rumah.

Beberapa hari menjelang lebaran, saya melihat beberapa orang membawa satu ikat daun kelapa muda. Daun kelapa yang berwarna kuning itu kemungkinan besar akan dianyam menjadi kulit ketupat, untuk selanjutnya digunakan sendiri atau dijual kembali. Hasilnya mungkin lumayan untuk menambah pemasukan.

Dalam perjalanan ke kantor, saya melihat seorang ibu sedang asyik menganyam daun kelapa menjadi kulit ketupat ditemani anaknya yang masih balita yang juga asyik bermain dengan daun kelapa maupun dengan kulit ketupat yang sudah jadi. Di samping ibu tersebut, terlihat sang suami yang sedang menunggui usahanya, tambal ban, menanti kedatangan pelanggan. Di hadapan ibu tadi, ada sebuah meja kecil. Di atasnya terlihat beberapa puluh kulit ketupat yang sudah jadi dan siap untuk dijual.

Membuat kulit ketupat dengan menganyam daun kelapa bukanlah keahlian saya. Ketika pernah diajari membuatnya, jari-jari tangan saya terasa kaku. Di rumah, ibu juga tak pernah membuatnya sendiri. Mungkin lebih praktis bila membeli yang memang sudah jadi. Tinggal mengencangkan kulit yang masih longgar, lalu diisi beras, kemudian direbus, dan ditunggu hingga matang.

Di setiap lebaran, tali silaturahmi kembali dirajut bak anyaman daun kelapa membentuk ketupat. Bagian-bagian yang masih longgar dikuatkan agar menjadi rapat, sehingga beras yang dimasukkan tidak keluar. Hubungan antar kerabat, tetangga, atau pun sahabat yang mungkin agak longgar, di hari lebaran kembali disambung. Satu sama lain saling mengunjungi dan bertandang ke rumah secara bergantian untuk menyambung rasa. Limpahan rahmat pun berkumpul di dalamnya. Semoga.

Menebar senyuman saat berpapasan. Saling bersalam-salaman saat berjumpa. Memohon maaf atas segala kesalahan yang terjadi. Memperbaiki keadaan di masa lalu. Dan memuainya dari hari ini yang fitri.

Bagi kerabat, tetangga, atau sahabat yang rumahnya tidak berjauhan, sangat mudah untuk mengunjungi mereka. Sedangkan untuk bersilaturhami ke kampung halaman, ke kediaman kawan serta sahabat yang cukup jauh dan membutuhkan biaya yang cukup besar, tidak semua orang bisa melakukannya. Alternatif lain pun menjadi pilihan. Menggunakan teelpon, mengirim bingkisan, kartu ucapan, email, atau sms, kiranya bisa dilakukan. Yang terpenting, di balik semua itu, hati masih terjalin, meski raga berpisah jauh.

Sebuah SMS saya terima dari seorang kawan…
Jika hati sejernih air jangan biarkan ia keruh
jika hati seputih awan jangan biarkan ia mendung
jika hati seindah bulan hiasi ia dengan iman
selamat hari raya idul fitri, mohon maaf lahir batin
Minal aidin wal faidzin
Taqobbalallaahu minnaa wa minkum.


sumber: https://www.facebook.com/pages/Yusuf-Mansur-Network/109056501839
Read More
Subscribe
Tweets
Popular Posts

Subscribe Via Email

Kontak Kami

Jl. Raya Ciracas No. 2 Kel. Ciracas, Kec. Ciracas, Jakarta Timur, Indonesia

Twitter : @rohis58
Fanspage : RohisSMAN58Jkt
PIN BBM : 74C30EBC
Path : rohis58
Instagram : rohis58
Ask.FM : rohis58

Total Tayangan Laman

© ROHIS SMAN 58 All rights reserved | Designed By Seo Blogger Templates